Senin, 23 Januari 2017

Jarak

Jarak, 5 huruf yang terdengar sederhana tapi sebenarnya lebih dari itu. Aku dengan profesiku sedikit banyak mengerti arti dari 5 huruf itu. Mungkin, aku belum tidak punya ketrampilan menulis untuk menyampaikan apa yang aku pikirkan. Aku memang baru 2 tahun ada di dunia ini, dunia penerbangan. Ya aku seorang Pramugari. Dari profesi ku ini, kalian bisa tau sejauh mana aku memahami jarak.
Jarak, tak jarang membuat kami yang saat itu masih belia sering beradu mulut, "Kamu sih jauh, jadi susah kan.". Kalimat itu sering terucap. Jarak juga yang mengajarkan arti rindu. Tapi sekarang tanpa pasangan aku lebih memaknai ada satu hal yang sering terlupa dulu, keluarga. Dengan jarak dan tanpa pasangan aku lebih mudah rindu Bapak dan ibu. Dengan jarak dan umur mereka yang makin menua, membuatku makin menyesal, kenapa aku harus ada di tempat ini, sejauh ini dari bapak dan ibu.
Ya, walaupun disini pun aku tinggal bersama kakak kandung dan kakak iparku, tapi tetap, rindu ini beda untuk bapak dan ibu. Kadang ingin rasanya aku menyingkat jarak yang terbentang antara 2 kota ini, untuk segera dapat mendengar omelan ibu dan kekhawatiran bapak.
Satu hal yang sering menguatkanku untuk tetap kuat bekerja jauh dari bapak ibu,"Bapak sama Ibu  bangga kamu sekarang sudah mapan, enggak minta uang lagi, bisa bantu adek kuliah.". Kalimat itu sering terngiang dan membuatku semangat.
Jarak akan mengajarkan banyak hal untuk tetap dewasa dan kuat walaupun sedang rindu, Jarak juga mengajarkan kamu untuk menghargai kesempatan yang ada.



Jakarta,23 January 2017

Tidak ada komentar:

Posting Komentar